Genre : drama
Sutradara : Hanung Bramantyo
Pemain : Revalina S Temat,Reza Rahadian,Agus Kuncoro,Endhita,Rio
Dewanto,Henky Sulaeman
Tanggal rilis : 7 April 2011
Durasi : 1 jam 41 menit
Film yang bertema kerukunan antar
umat beragama ini berlokasi di kota Semarang pada awal tahun 2010.
Hampir sepertiga dari durasi film
ini berisi perkenalan tentang karakter dan latar belakang tokoh utama dari film
yaitu :
Seorang wanita beragama Islam yang
cantik dan taat beribadah. Menuk bekerja di sebuah restoran Cina bernama Canton
Chinese Food yang dikelola seorang Tionghoa bernama Tan Kat Sun.
Soleh
Pria beragama Islam yang merupakan
suami Menuk. Dalam film ini digambarkan Soleh sangat frustasi karena menganggur dan tidak juga mendapat pekerjaan padahal ia sangat ingin
menjadi pahlawan bagi istri dan keluarganya. Setelah berusaha kesana-kemari
akhirnya Soleh mendapat pekerjaan juga yaitu sebagai anggota Banser NU.
Seorang Pria beragama Islam yang
berprofesi sebagai bintang film tetapi bintang film gagal karena dalam karir
artisnya selama 10 tahun, ia hanya menjadi tokoh figuran itupun berperan
sebagai tokoh jahat.
Walaupun gagal dalam karirnya, Surya
mendapat pacar yang tidak hanya cantik tapi juga baik dan penuh pengertian
yaitu Rika.
Seorang janda beranak satu yang baru
saja pindah agama menjadi Katolik setelah bercerai dengan suaminya, hal itu
tentu saja menimbulkan cercaan dan hinaan dari tetangganya. Walaupun begitu,
Rika tetap tidak menyimpan dendam sehingga ia tetap mengijinkan anak laki-laki
satu-satunya yang bernama Abi untuk tetap beragama Islam. Selain berpacaran dengan Surya yang
beragama Islam, Rika juga bersahabat baik dengan Menuk yang juga beragama
Islam.
Seorang pria Tionghoa beragama Kong
Hu Chu yang merprofesi sebagai pengusaha restoran Cina tempat Menuk bekerja.
Tan Kat Sun sangat menjunjung tinggi
toleransi antar umat beragama sehingga ia selalu memberi waktu bagi para
karyawannya yang sebagian besar beragama Islam itu untuk Sholat. Tidak hanya
itu, Tan Kat Sun juga memisahkan menu makanan di restorannya yang mengandung daging babi dengan makanan lain. Alat-alat
untuk memasak dan menyajikannya seperti penggorengan, pisau, sendok dan garpu
juga dipisahkan.
Sayangnya Tan Kat Sun kurang bahagia
karena anaknya yang bernama Ping Hen atau Hendra selalu membantah perintahnya
dan tidak mau bertoleransi dengan agama lain.
Anak laki-laki Tan Kat Sun yang juga
beragama Kong Hu Chu. Sifat Hendra memang berbeda 180 derajat dengan ayahnya,
Hendra memusuhi agama dan etnis lain bahkan ia berani berkelahi karenanya.
Sebenarnya sifat beringas Hendra itu
hanyalah pelampiasan karena ia jatuh cinta kepada Menuk tetapi Menuk memilih
untuk menikah dengan Soleh karena agamanya sama.
Semua tokoh-tokoh utama pada film
itu disatukan ketika sebuah Gereja Katolik merayakan malam Jumat Agung (malam
sebelum Paskah yang memperingati wafatnya Yesus Kristus).
Pada peringatan Jumat Agung,
biasanya di gereja diadakan pertunjukan drama yang menceritakan sengsara Yesus
ketika disalib. Surya yang sudah bosan hanya berperan sebagai pemain figuran
tokoh jahat akhirnya menerima tawaran Rika untuk berperan sebagai Yesus.
Pada awalnya hal itu tentu saja
menjadi dilema yang luar biasa bagi Surya, bagaimana mungkin ia yang Muslim itu
berperan sebagai Yesus? Tetapi setelah mendapat ijin dari seorang Ustad,
akhirnya Surya mantab dengan keputusannya.
Menuk dan Hendra ikut datang juga di
gereja itu karena restorannya mendapat order untuk menyediakan konsumsi bagi para petugas drama
sengsara Yesus.
Toleransi antar umat beragama
benar-benar terjadi karena gereja yang menyelenggarakan peringatan Jumat Agung
itu keamanannya dijaga oleh Banser NU yang Islam itu dan Soleh diikut sertakan.
Dua jam sebelum drama Sengsara Yesus
dimainkan sempat terjadi konflik berdasar agama yaitu :
- Soleh sempat ragu mengapa mereka menjaga keamanan perayaan keagamaan dari agama lain tetapi keraguan Soleh itu hilang setelah salah satu temannya yang juga Banser NU berkata, “Agama kita telah tercoreng karena ulah teroris yang mengebom gereja-gereja itu maka tugas kita untuk membersihkan lagi nama agama kita, INILAH JIHAD”.
- Salah satu umat Katolik yang baru saja dibabtis berusaha menggagalkan drama Sengsara Yesus itu karena pemeran Yesus berasal dari agama lain tetapi masalah itu bisa selesai karena Sang Pastor pemimpin gereja berkata,“PERNAHKAN KEIMANAN BISA HANCUR KARENA SEBUAH DRAMA?”
Tetapi masalah timbul lagi karena
Hendra bertemu dengan Soleh. Hendra yang menganggap Soleh merebut Menuk mencari gara-gara dengan mengeluarkan
kata-kata hinaan, soleh terpancing emosinya dan terjadilah perkelahian. Untunglah perkelahian bisa
selesai karena dipisah oleh para Banser NU dan jemaat gereja.
Hendra tetap belum kapok juga.
Ketika tiba hari raya bagi umat Islam yaitu Idul Fitri, Tan Kat Sun sudah
memutuskan untuk menutup restorannya dan meliburkan semua karyawannya untuk
menghormati Umat Islam yang sedang merayakannya.
Tetapi tanpa sepegetahuan ayahnya,
Hendra tetap membuka restoran dan memanggil semua karyawannya untuk bekerja.
Tan Kat Sun akhirnya tahu tidakan
nekad Hendra dan berusaha mencegahnya tetapi gagal.
Tindakan Hendra yang tetap membuka
restorannya yang juga menjual makanan dari babi di hari raya Idul Fitri itu
tentu saja menimbulkan amarah Soleh yang juga dibakar rasa cemburu dengan Hendra karena
pernah jatuh cinta pada Menuk.
Dengan dibantu teman-temannya, Soleh mengobrak-abrik restoran Tan Kat Sun. Bahkan karena tidak
bisa mengendalikan emosinya, Soleh memukul
Tan Kat Sun hingga tewas.
Karena peristiwa yang menewaskan
ayahnya itu, Hendra akhirnya sadar dengan semua kesalahannya dan tidak lagi
memusuhi para Muslim bahkan akhirnya Hendra berpindah agama menjadi Islam.
Tiba saatnya hari raya bagi pemeluk
agama Kristen yaitu Natal dan Banser NU ditugaskan lagi untuk menjaga keamanan gereja-gereja
yang merayakan Natal.
Terjadilah peristiwa yang
mengharukan ini, Soleh yang juga bertugas sebagai Banser NU menemukan bom yang
dipasang di sebuah gereja dan siap meledak. Demi menyelamatkan ratusan umat
Katolik di gereja yang sedang merayakan Natal, Soleh mengambil bom itu kemudian
membawanya keluar dari gereja.
Apa mau dikata, setelah Soleh sampai
di tempat yang cukup jauh dari gereja, bom yang dibawanya meledak dan
menewaskannya.
Cerita kepahlawanan Soleh ini memang kelihatan berlebihan atau lebay
tapi kisah ini diangkat dari kisah nyata .
Ketika tiba perayaan tahun baru
2011, semua warga Semarang apapun etnis dan agamanya bersama-sama merayakan
malam tahun baru di sebuah pasar.
Untuk mengenang jasa Soleh sang
pahlawan yang berhasil menyatukan semua warga Semarang walaupun berbeda-beda
etnis dan agama, pasar itu yang tadinya bernama Pasar Baru diubah namanya
menjadi Pasar Soleh.. . . . . .tamat
OPINI SAYA TENTANG FILM INI :
Film ini mengangkat
tema tentang agama , lebih tepat nya kerukunan beragama atau toleransi . memang dalam kehidupan sosial sulit
menemukan arti dari kata tolerani tersebut hal itu dikarnakan budaya dan sifat
masyarakat yang masih memandang etnis atau suku-suku tersebut , oleh karna itu
film ini cocok untuk mengetahui arti dari toleransi tersebut . namun sayang
sekali film ini justru di bumbui dengan sifat-sifat tokoh yang pluralisme atau
biasa di sebut penyamaa ratakan agama ,
dan justru tokoh yang di perankan oleh agus kuncoro sebagai surya justru
melukai bahkan mencorengkan arti dan makna sesungguhnya dari TOLERANSI , karana
apayang di lakuakan surya sebenarnya sangat di larang oleh agama islam , karna
hal itulah film ini sempat mendapatkan kritikan pedas bahkan penolakan .
Namun , ada bebarapa hal yang dapat kita
ambil inti sari atau benang merah nya dari film karya hanum bramantyo ini ,
yaitu :
1.
Hidup harus mempunyai prinsip
Teringat
kutipan dialog oleh agus kuncoro “ kamu enak sudah berani membuat keputusan
besar , sedangkan aku cuma seperti numpang lewat saja di dunia ini” ,
sebenarnya jika kita mempunyai prinsip yang kuat maka akan di pastikan
kata-kata tersebut tidak terdengar dari lisan kita . kenapa, karna jika kita
teguh dalam pendirian maka kita justru akan mengalami perubahan besar itu
secara otomatis , hal itu di buktikan ketika surya yang ikut-ikutan meramaikan
acara paskah walaupun honor nya mengiurkan . namun hati kecil nya merasa bahwa
ini adalah sebuah kesalahan . dan akhirnya surya pun di sadarkan kembali oleh
seorang anak yang mengidap kanker dan ia pun kembali menjadi seorang muslim
sejati dan bahkan sukses sebagai aktor .
2.
Perlunya menghargai sesama
Dalam
salah satu konflik di film ini , ko hendra anak pemilik restoran cina keras
kepala ingin membuka took nya di saat masih suasana lebaran , hal itu
menimbulkan kemarahan warga hingga akhir nya resto tersebut di obrak abrik
warga , tapi bukan hanya itu sikap ko hendra yang tidak menghargai karyawan nya
yang sedang berlebaran membuat ia tidak di sukai para pekerja nya dan membuat
mereka tidak mau lagi bekerja di sana.
Namun dia pun sadar dan membuka kembali restoran nya bahkan dengan lebel halal
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar