TUGAS SOFTSKILL
STANDAR MANAGEMAN MUTU
ISO 9001
1. .Pengertian
ISO
Perkembangan
manajemen dan standar industry semakin meningkat pada decade akhir-akhir ini.
ISO ( International Organization For
Standarization ) yang berkedudukan di swiss adalah organisasi yang bertugas
untuk mengembangkan standar di bidang industry, bisnis dan teknologi. ISO
menerbitkan 2 jenis standar mananjemen yaitu IS0 14001 untuk standar manajemen
lingkungan dan ISO 9000 untuk standar mutu.
2.
ISO
9001
merupakan sebuah
standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas ISO 9001:2008
menetapkan persyaratan – persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian
dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan
merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan
yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001:2008
hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga
diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas
internasional, akan berkualitas baik (standar) dan dapat di terima oleh pasar
tentunya,
2.1 Tujuan
Sistem Manajemen Mutu
Menurut Gasperz (2002;10) tujuan
dari sistem manajemen mutu sebagai berikut:
- Menjamin kesesuaian dari suatu proses
dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kesesuaian antara
kebutuhan dan persyaratan yang ditetapkan pada suatu standar tertentu
terhadap proses dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan sangat penting.
- Memberikan kepuasan kepada konsumen
melalui pemenuhan kebutuhan dan persyaratan proses dan produk yang
ditentukan pelanggan dan organisasi;
Keputusan pelanggan adalah reaksi emosional dan rasional positif pelanggan. Untuk mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, segenap personil organisasi dituntut untuk memliki kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing.
2.2 Langkah
Menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Penerapan
suatu proses dalam suatu organisasi biasanya memiliki beberapa langkah, untuk
kasus penerapan sistem manajemen mutu menurut Gasperz (2002;10) urutan-urutan
yang diberikan hanya merupakan suatu petunjuk, yang dapat saja dilakukan
bersamaan atau dalam susunan yang tidak harus berurut, tergantung pada kultur
dan kematangan organisasi, tetapi semua langkah ini harus diperhatikan secara
serius dan konsisten. Dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.
Mengadopsi suatu standar manajemen mutu yang dipilh sesuai dengan kebutuhan
pelanggan
2.
Menetapkan suatu komitmen pada tingkat
pemimpin senior dari organisasi (top management commitment).
3.
Menetapkan suatu kelompok kerja (working
group) atau komite pengarah (steering committee) yang terdiri dari
manajer-manajer senior.
4.
Menetapkan tujuan-tujuan mutu dan
implementasi sistem.
5.
Menciptakan keasadaran mutu (quality
awareness) pada semua tingkat dalam organisasi.
6.
Mengembangkan peninjauan ulang dari sistem
manajemen mutu dalam manual (buku panduan) mutu.
7.
Mempelajari persyaratan-persyaratan
standar dari sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008.
2.3 Manfaat Penerapan ISO 9001
Manfaat
dari penerapan ISO 9001:2008 telah diperoleh banyak perusahaan diantaranya
sebagai berikut (Gaspersz, 2001):
1. Meningkatkan
kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui jaminan kualitas yang terorganisasi
dan sistematik.
2. Perusahaan
yang telah bersertifikat ISO 9001:2008 diijinkan untuk mengiklankan kepada
media massa
3. Meningkatkan
kualitas dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang
lebih baik
4. Meningkatkan
kesadaran kualitas dalam perusahaan.
2.4 Contoh Penerapan dan Perhitungan ISO 9001
Sebagai
contoh penerapan dan perhitungan ISO 9001 , di sini saya akan mengambil data
dari salah satu perushaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT Hensa
Manunggal Perkasa. PT. Hensa Manunggal Perkasa adalah suatu perusahaan
kontraktor nasional yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dan telah
menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek jasa kontruksi.
Salah
satu penerapan ISO 9001:2008 adalah pada Proyek pembangunan Apartement Art Deco
Luxury Residence, Ciumbuluit
Klausul
- klausul ISO 9001:2008 . ISO 9001:2008 terdiri
dari 8 Klausul sebagai berikut:
1. Klausul 1. Ruang lingkup Dalam klausul
ini secara persyaratan persyaratan standar telah menekankan untuk memenuhi
kepuasan pelanggan
2. Klausul 2. Referensi Normatif Klausul
ini hanya memuat referensi-referensi yang harus dipersiapkan oleh kontraktor
yaitu: a. Peraturan Pemerintah b. Buku-buku panduan tentang kualitas
3. Klausul 3. Istilah dan Definisi Klausul
ini menyatakan bahwa istilah dan definisi-definisi yang diberikan dalam ISO
9001:2008 menetapkan, mendokumentasikan, melaksanakan, memelihara langkah -
langkah untuk implementasi sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 dan
kebutuhan peningkatan terus menerus.
4. Klausul 4. Sistem Manajemen Mutu
Persyaratan umum dalam memimpin dan mengoperasikan organisasi perlu dilakukan
pengelolaan yang sistematis dan dengan cara yang dapat
5. Klausul 5.Tanggung jawab Manajemen.
Klausul ini menekankan pada komitmen manajemen puncak (top management
commitment). Dalam hal fokus pelanggan manajemen puncak harus menjamin bahwa
persyaratan pelanggan telah ditetapkan dan dipenuhi dengan tujuan peningkatan
kepuasan pelanggan.
6. Klausul 6. Manajemen Sumber Daya
Penyediaan sumber daya suatu organisasi harus menetapkan dan memberikan
sumber-sumber daya yang diperlukan secara tepat untuk menerapkan dan
mempertahankan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 serta meningkatkan
efektivitasnya terus menerus dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
7. Klausul 7. Realisasi produk Dalam hal
perencanaan realisasi produk organisasi harus menjamin bahwa proses realisasi
produk berada di bawah pengendalian, agar memenuhi persyaratan produk.
8. Klausul 8. Pengukuran analisis dan
peningkatan Persyaratan umum dalam Klausul 8 tentang pengukuran analisis dan
peningkatan, dimana organisasi harus menetapkan rencana-rencana dan menerapkan
proses-proses pengukuran,
Tabel
Rekapitulasi Penilaian Proses Klausul 4
NO
|
PETANYAAN
|
R1
|
R2
|
1
|
I.1
|
4
|
5
|
2
|
I.2
|
4
|
5
|
3
|
I.3
|
4
|
4
|
4
|
I.4
|
4
|
4
|
5
|
I.5
|
4
|
3
|
6
|
I.5a
|
4
|
4
|
7
|
I.5b
|
4
|
4
|
8
|
I.5c
|
4
|
4
|
9
|
I.5e
|
4
|
4
|
10
|
I.5f
|
4
|
4
|
11
|
I.5g
|
4
|
4
|
12
|
II.1
|
5
|
4
|
13
|
II.2
|
5
|
4
|
14
|
II.3
|
5
|
4
|
15
|
II.4
|
5
|
4
|
16
|
II.5
|
5
|
4
|
17
|
III.1
|
5
|
4
|
18
|
III.2
|
5
|
4
|
19
|
III.3
|
5
|
4
|
20
|
III.4
|
5
|
4
|
21
|
III.5
|
5
|
3
|
22
|
III.6
|
5
|
4
|
23
|
III.7
|
5
|
4
|
24
|
IV.1
|
5
|
4
|
25
|
V.1
|
5
|
4
|
TOTAL
|
112
|
100
|
Persentase
penerapan klausul 4 (Sistem Manajemen Mutu) dihitung sebagai berikut:
1.
Total nilai skor hasil interview (A) 25 pertanyaan klausul 4 (SMM) :
a) Responden 1 (R1) : 113
b) Responden 2 (R2) : 100
Nilai skor maximum (B) klausul 4 adalah 5 x 25 = 125
Nilai minimum klausul 4 adalah 1 x 25 = 25
Rentang interval adalah (125-25): 5 = 20
2.
Maka penerapan klausul 4 (SMM) adalah :
a) Responden 1 (R1) : 113
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)= 113 X 100% = 90,4 %
125
b)
Responden 2 (R2) : 100
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)
= 100 X 100% = 80 %
125
c)
Rata-rata persentase skala klausul 4 (SMM) pada hasil
hitungan dari kedua responden di atas adalah :
90,4 % + 80 % = 85,20 %
2
Hasil
penilaian termasuk kategori Baik Sekali (81% ≤Skor ≤100%).
Adapun
faktor-faktor kendala didasarkan pada penilaian responden
1.
Tenaga kerja (sumber daya manusia)
2.
Mesin/alat
3.
Metode/prosedur
4.
Material/form
5.
Uang /modal.