Kamis, 12 Oktober 2017

TUGAS SOFTSKILL
STANDAR MANAGEMAN MUTU
ISO 9001



1.              .Pengertian ISO
Perkembangan manajemen dan standar industry semakin meningkat pada decade akhir-akhir ini. ISO ( International Organization For Standarization ) yang berkedudukan di swiss adalah organisasi yang bertugas untuk mengembangkan standar di bidang industry, bisnis dan teknologi. ISO menerbitkan 2 jenis standar mananjemen yaitu IS0 14001 untuk standar manajemen lingkungan dan ISO 9000 untuk standar mutu.
2.                  ISO 9001
merupakan sebuah standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan – persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001:2008 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar) dan dapat di terima oleh pasar tentunya,
2.1       Tujuan Sistem  Manajemen Mutu
            Menurut Gasperz (2002;10) tujuan dari sistem manajemen mutu sebagai berikut:
  1. Menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kesesuaian antara kebutuhan dan persyaratan yang ditetapkan pada suatu standar tertentu terhadap proses dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan sangat penting.
  2. Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan persyaratan proses dan produk yang ditentukan pelanggan dan organisasi;
    Keputusan pelanggan adalah reaksi emosional dan rasional positif pelanggan. Untuk mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, segenap personil organisasi dituntut untuk memliki kompetensi dalam menjalankan tugas dan  tanggungjawabnya masing-masing.

2.2       Langkah Menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Penerapan suatu proses dalam suatu organisasi biasanya memiliki beberapa langkah, untuk kasus penerapan sistem manajemen mutu menurut Gasperz (2002;10) urutan-urutan yang diberikan hanya merupakan suatu petunjuk, yang dapat saja dilakukan bersamaan atau dalam susunan yang tidak harus berurut, tergantung pada kultur dan kematangan organisasi, tetapi semua langkah ini harus diperhatikan secara serius dan konsisten. Dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.            Mengadopsi suatu standar manajemen mutu yang dipilh sesuai dengan kebutuhan pelanggan
2.            Menetapkan suatu komitmen pada tingkat pemimpin senior dari organisasi (top management commitment).
3.            Menetapkan suatu kelompok kerja (working group) atau komite pengarah (steering committee) yang terdiri dari manajer-manajer senior.
4.            Menetapkan tujuan-tujuan mutu dan implementasi sistem.
5.            Menciptakan keasadaran mutu (quality awareness) pada semua tingkat dalam organisasi.
6.            Mengembangkan peninjauan ulang dari sistem manajemen mutu dalam manual (buku panduan) mutu.
7.            Mempelajari persyaratan-persyaratan standar dari sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008.
2.3       Manfaat Penerapan ISO 9001
            Manfaat dari penerapan ISO 9001:2008 telah diperoleh banyak perusahaan diantaranya sebagai berikut (Gaspersz, 2001):
1.      Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui jaminan kualitas yang terorganisasi dan sistematik.
2.      Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 9001:2008 diijinkan untuk mengiklankan kepada media massa
3.      Meningkatkan kualitas dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang lebih baik
4.      Meningkatkan kesadaran kualitas dalam perusahaan.

2.4       Contoh Penerapan dan Perhitungan ISO 9001
Sebagai contoh penerapan dan perhitungan ISO 9001 , di sini saya akan mengambil data dari salah satu perushaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT Hensa Manunggal Perkasa. PT. Hensa Manunggal Perkasa adalah suatu perusahaan kontraktor nasional yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dan telah menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek jasa kontruksi.
Salah satu penerapan ISO 9001:2008 adalah pada Proyek pembangunan Apartement Art Deco Luxury Residence, Ciumbuluit

Klausul - klausul ISO 9001:2008 . ISO 9001:2008  terdiri dari 8 Klausul sebagai berikut:
1. Klausul 1. Ruang lingkup Dalam klausul ini secara persyaratan persyaratan standar telah menekankan untuk memenuhi kepuasan pelanggan
2. Klausul 2. Referensi Normatif Klausul ini hanya memuat referensi-referensi yang harus dipersiapkan oleh kontraktor yaitu: a. Peraturan Pemerintah b. Buku-buku panduan tentang kualitas
3. Klausul 3. Istilah dan Definisi Klausul ini menyatakan bahwa istilah dan definisi-definisi yang diberikan dalam ISO 9001:2008 menetapkan, mendokumentasikan, melaksanakan, memelihara langkah - langkah untuk implementasi sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 dan kebutuhan peningkatan terus menerus.
4. Klausul 4. Sistem Manajemen Mutu Persyaratan umum dalam memimpin dan mengoperasikan organisasi perlu dilakukan pengelolaan yang sistematis dan dengan cara yang dapat
5. Klausul 5.Tanggung jawab Manajemen. Klausul ini menekankan pada komitmen manajemen puncak (top management commitment). Dalam hal fokus pelanggan manajemen puncak harus menjamin bahwa persyaratan pelanggan telah ditetapkan dan dipenuhi dengan tujuan peningkatan kepuasan pelanggan.
6. Klausul 6. Manajemen Sumber Daya Penyediaan sumber daya suatu organisasi harus menetapkan dan memberikan sumber-sumber daya yang diperlukan secara tepat untuk menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 serta meningkatkan efektivitasnya terus menerus dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
7. Klausul 7. Realisasi produk Dalam hal perencanaan realisasi produk organisasi harus menjamin bahwa proses realisasi produk berada di bawah pengendalian, agar memenuhi persyaratan produk.
8. Klausul 8. Pengukuran analisis dan peningkatan Persyaratan umum dalam Klausul 8 tentang pengukuran analisis dan peningkatan, dimana organisasi harus menetapkan rencana-rencana dan menerapkan proses-proses pengukuran,

Tabel Rekapitulasi Penilaian Proses Klausul 4
NO

PETANYAAN


R1
R2
1
I.1
4
5
2
I.2
4
5
3
I.3
4
4
4
I.4
4
4
5
I.5
4
3
6
I.5a
4
4
7
I.5b
4
4
8
I.5c
4
4
9
I.5e
4
4
10
I.5f
4
4
11
I.5g
4
4
12
II.1
5
4
13
II.2
5
4
14
II.3
5
4
15
II.4
5
4
16
II.5
5
4
17
III.1
5
4
18
III.2
5
4
19
III.3
5
4
20
III.4
5
4
21
III.5
5
3
22
III.6
5
4
23
III.7
5
4
24
IV.1
5
4
25
V.1
5
4

TOTAL
112
100

Persentase penerapan klausul 4 (Sistem Manajemen Mutu) dihitung sebagai berikut:
1. Total nilai skor hasil interview (A) 25 pertanyaan klausul 4 (SMM) :
a) Responden 1 (R1) : 113
b) Responden 2 (R2) : 100
Nilai skor maximum (B) klausul 4 adalah 5 x 25 = 125
Nilai minimum klausul 4 adalah 1 x 25 = 25
Rentang interval adalah (125-25): 5 = 20

2. Maka penerapan klausul 4 (SMM) adalah :
a) Responden 1 (R1) : 113
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)= 113 X 100% = 90,4 %
125
b) Responden 2 (R2) : 100
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)
= 100 X 100% = 80 %
125

c) Rata-rata persentase skala klausul 4 (SMM) pada hasil
hitungan dari kedua responden di atas adalah :
90,4 % + 80 % = 85,20 %
2
Hasil penilaian termasuk kategori Baik Sekali (81% ≤Skor ≤100%).
Adapun faktor-faktor kendala didasarkan pada penilaian responden
1. Tenaga kerja (sumber daya manusia)
2. Mesin/alat
3. Metode/prosedur
4. Material/form
5. Uang /modal.