TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN
1.1 Pengertian Teknik Perawatan
Teknik
perawatan berasal dan kata maintenance engineering. Maintenance dapat diartikan
sebagai suatu kegiatan penjagaan sesuatu hal pada kondisi yang sempurna.
Engineering dapat diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan
pada praktek berupa perancangan, konstruksi dan operasi struktur, peralatan dan
sistem. Dengan demikian teknik perawatan dapat diartikan sebgai penerapan ilmu
pengetahuan yang bertujuan untuk menjaga kondisi suatu peralatan atau mesin
dalam kondisi yang sempurna.Kerusakan mesin dalam suatu instalasi industri
dapat mengakibatkan masalah yang sangat besar dan sangat mahal. Untuk
mengurangi masalah-masalah ini, maka perawatan dan perbaikan perlu diterapkan.
Perawatan di
suatu industri merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung suatu
proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat
industri harus mempunyai hal-hal berikut:
•
Kualitas baik
•
Harga pantas
•
Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.
1.2
Tujuan Teknik Perawatan mesin
Perawatan : Suatu kombinasi dari
berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya
sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima.
Merawat dalam
pengertian “suatu kondisi yang
dapat diterima” antara
suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya.
Mengapa
ada bagian perawatan? Dibentuknya bagian
perawatan dalam suatu perusahaan industri dengan tujuan :
1. Agar mesin-mesin industri,
bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan siap pakai secara
optimal.
2. Untuk menjamin kelangsungan
produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang telah ditanamkan dan
akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Siapa
yang berkepentingan dengan bagian perawatan?
1.
Penanam modal (investor).
2.
Manager.
3.
Karyawan perusahaan yang bersangkutan.
Bagi
investor perawatan penting karena:
1. Dapat melindungi modal yang
ditanam dalam perusahaan baik yang berupa bangunan gedung maupun peralatan
produksi.
2. Dapat menjamin penggunaan sarana
perusahaan secara optimal dan berumur panjang.
3.
Dapat menjamin kembalinya modal dan keuntungan.
4.
Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.
5. Dapat mengetahui dan
mengendalikan biaya perawatan dan mengembangkan data- data operasi yang berguna
untuk membantu menentukan anggaran biaya dimasa yang akan datang.
Bagi
para manager perawatan penting dengan harapan dapat membantu:
1.
Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan.
2.
Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan.
3.
Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan.
4.
Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis.
5.
Memelihara instalasi secara aman.
6.
Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan.
7.
Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material.
8.
Memperbaiki komunikasi teknik.
9.
Menyediakan data biaya untuk anggaran mendatang.
10.Mengukur hasil kerja pabrik
sebagai pedoman untuk menempuh suatu kebijakan yang akan datang.
Bagi
karyawan, berkepentingan dengan perawatan dengan harapan dapat:
1. Menjamin kelangsungan hidup
karyawan yang memadai dalam jangka panjang, yang mana akan menumbuhkan rasa
memiliki sehingga peralatan/sarana yang
dapat menjamin kelangsungan hidupnya akan dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Menjamin keselamatan kerja
karyawan.
3. Menimbulkan rasa bangga bila
bekerja pada perusahaan yang sangat terpelihara keadaannya.
Tujuan utama perawatan:
1. Untuk memperpanjang umur
penggunaan asset.
2. Untuk menjamin ketersediaan
optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang
maksimum.
3. Untuk menjamin kesiapan
operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap
waktu.
4. Untuk menjamin keselamatan orang
yang menggunakan peralatan tersebut.
1.3 PENGORGANISASIAN DEPARTEMEN
PERAWATAN
Dalam
pengorganisasian pekerjaan perawatan, perlu diselaraskan secara tepat antara
faktor-faktor keteknikan, geografis dan situasi personil yang mendukung.
Beberapa faktor yang mempengaruhi
pembentukan departemen perawatan adalah:
a. Jenis
Pekerjaan Jenis pekerjaan perawatan akan
menentukan karakteristik pengerjaan dan jenis pengawasan. Jenis-jenis pekerjaan
perawatan yang biasanya dilakukan adalah : sipil, permesinan, pemipaan, listrik
dan sebagainya.
b. Ruang lingkup
bidang perawatan pabrik Ruang lingkup
pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaan manajemen. Departemen
perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primer dan sekunder akan
membutuhkan supervisi tambahan, sedangkan departemen perawatan yang fungsinya
tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yang lebih sederhana.
c.
Struktur
organisasi
1.4 Pemeliharaan Sistem Hidrolik
Berikut ini contoh Teknik perawatan mesin dalam Sistem Mesin Hidrolik
Sistematika Pemeliharaan
Apakah
dalam melaksanakan pemeliharaan sistem hidrolik perlu menggunakan suatu cara
yang sistematik?
Tentu
saja segala pekerjaan akan memberikan hasil yang optimal apabila dikerjakan
secara sistematis. Demikian pula untuk melaksanakan pemeliharaan sistem
hidrolik kita gunakan sistematika pemeliharaan secara umum yang diaplikasikan
sesuai dengan keperluan. Gambar skema sistematika pemeliharaan (Gb.2.24)
berikut ini menunjukkan suatu sistematika pemeliharaan secara umum.
Apa
arti istilah-istilah di dalam gambar tersebut dapat anda pelajari dari uraian
berikut :
Pemeliharaan
(Maintenance) ialah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja (sadar)
terhadap suatu fasilitas dengan menganut suatu sistematika tertentu untuk
mencapai hasil telah ditetapkan. Tujuan Pemeliharaan ialah agar fasilitas
tersebut selalu dalam kondisi siap pakai, dapat berfungsi, beroperasi dengan
lancar, aman, produktif, efektif dan efisien serta awet. Jadi kegiatan
pemeliharaan itu bukanlah pekerjaan yang ala kadarnya, bukan pekerjaan yang
asal-asalan, tetapi pekerjaan yang perlu perencanaan , pembiayaan dan kesungguhan.
Pemeliharaan Pencegahan (Preventive
Maintenance) ialah pemeliharaan
yang dilakukan agar fasilitas / mesin / peralatan terhindar dari laju kerusakan
yang cepat (tidak wajar).
Perbaikan (Corective Maintenance) ialah pemeliharaan yang dilakukan apabila terjadi
kerusakan untuk mengembalikan mesin / peralatan pada kondisi semula.
Pemeliharaan Darurat (Emergency
Maintenance) ialah pemeliharaan
yang dilakukan di luar program pemeliharaan kerena terjadi sesuatu yang
emergency (kecelakaan). Biasanya pemeliharaan darurat itu adalah
perbaikan-perbaikan kerena kecelakaan yang
akan mengakibatkan kerusakan-kerusakan dan biasa disebut perbaikan
darurat.
Pra Pemeliharaan (Pre-maintenance) ialah persiapan pemeliharaan agar dalam pelaksanaan
pemeliharaan nantinya lebih lancar dan memenuhi sasaran. Kegiatan pra
pemeliharaan ini antara lain seperti : penyusunan program pemeliharaan,
penyediaan peralatan dan bahan pemeliharaan sesuai dengan fasilitas obyek
pemeliharaan, penyiapan lokasi seperti fondasi / lantai dan tata letak
(lay-out) yang memadai, penyiapan sarana penunjang seperti : listrik, air dan udara kempa, persiapan tenaga
pelaksana pemeliharaan (organisasi) dan administrasi pemeliharaan.
Pemeliharaan Harian (Routine
Maintenance) ialah pemeliharaan
yang dilakukan setiap hari atau setiap mesin/peralatan/fasilitas dioperasikan
atau digunakan. Kegiatan yang dilakukan seperti:
•
Pencegahan beban lebih.
•
Pencegahan korosi.
•
Pelumasan bagi yang memerlukan.
•
Keselamatan dan keamanan fasilitas.
•
Kebersihan dan ketertiban.
Kegiatan pemeliharaan harian ini
biasanya dilakukan oleh operator.
Pra-Pemeliharaan
pada sistem hidrolik
Yang dimaksud dengan pra pemeliharaan ialah
kegiatan persiapan sebelum mesin/alat dioperasikan dengan tujuan agar
pelaksanaan pemeliharaan nantinya menjadi lebih sempurna.
Hal-hal
yang perlu dipersiapkan antara lain ialah:
• Instalasi pemipaan sirkuit
hidrolik yang memadai.
• Alat-alat pemeliharaan seperti
alat pengencang, alat penyetel, alat pemotong, alat pelumasan dan alat-alat
kebersihan.
• Alat-alat pengetes.
• Alat-alat penunjang seperti alat
angkat, alat angkut, alat penjepit dan sebagainya.
• Bahan pemeliharaan seperti bahan pembersih, bahan pembilas dan bahan
pencegah korosi.
• Gudang suku cadang dan
bahan-bahan pemeliharaan.
• Gudang yang memenuhi syarat untuk
oli / cairan hidrolik.
• Gudang barang bekas atau komponen
yang diperbaiki.
• Perangkat administrasi
pemeliharaan dan pergudangan.
Di
samping persiapan tersebut di atas dalam pemasangan fasilitas yang menggunakan
sistem hidrolik perlu dipersiapkan pula hal-hal berikut:
• Untuk mesin-mesin yang stasioner,
fondasi mesin harus memenuhi syarat, seperti ketebalan beton, komposisi
campuran beton, luas fondasi, kedataran dan sebagainya.
• Sedangkan untuk mesin yang
mobile, perlu dudukan atau mounting yang cukup kuat pula.
• Pemasangan mesin yang kokoh
dengan pengikatan yang kuat.
• Kedataran mesin (level) yang
standar (perlu dilevel dengan alat pelevelan yang presisi).
• Penyediaan sumber tenaga yang
memenuhi syarat.
Pemeliharaan
Harian atau Routine Maintenance
Sebetulnya
pemeliharaan sistem hidrolik sangatlah mudah, karena cairan hidrolik telah
dapat berfungsi sebagai pelumas dan sekaligus sebagai pencegah korosi.
Demikian
pula dalam sistem hidrolik telah disediakan proteksi beban lebih. Namun anda
dapat saja mengalami permasalahan atau gangguan pada sistem hidrolik apabila
anda mengoperasikannya dengan memberikan beban lebih seperti putaran yang
terlalu tinggi, tekanan kerja terlalu tinggi, suhu terlalu tinggi atau juga
bila terlalu banyak kontaminasi.
Oleh
karena itu hanya dengan melaksanakan pemeliharaan yang sistematis dan kontinyu,
gangguan dapat diatasi sebelum terjadi kerusakan fatal.
Ada
beberapa kunci penyebab permasalahan dalam pemeliharaan sistem hidrolik antara
lain : :
(lihat gambar 2.25)
1.
Kurangnya cairan hidrolik (oli) dalam tangki.
2.
Tersumbatnya saringan (filter oil) karena cairan hidrolik yang kotor.
3.
Kehilangan daya hisap pada saluran hisap.
4.
Cairan hidrolik (oli) yang tidak cocok.
Pengecekan
sistem sebelum operasi
Pengecekan
ini dilakukan secara reguler setiap akan mengoperasikan sistem. Beberapa titik
yang harus dicek (diperiksa) antara lain: (lihat Gb 2.26)
1)
Pemeriksaan tangki hidrolik dan oli
Hal-hal
yang perlu diperiksa ialah:
• Periksa permukaan (level) oli
apakah masih ada pada garis batas. Apabila kurang permukaan oli, tambahlah
dengan oli yang sama. Apabila dari hasil pemeriksaan permukaan oli dari hari ke
hari terlihat penurunan permukaan oli yang drastis, maka periksalah tangki oli
atau pipa / selang barang kali ada yang bocor atau retak.
• Pemeriksaan kondisi oli.
o Bila oli berbusa atau bergelembung berati ada udara yang masuk.
Periksalah bagian-bagian yang bocor dan betulkan.
o Bila oli berubah menjadi seperti air susu berarti ada air yang
tercampur ke dalam oli hidrolik. Gantilah oli itu dan pastikan bahwa oli
tersimpan dengan baik dan tidak terkontaminasi oleh apapun.
• Periksa saringan oli (oil
filter). Sebelum mengangkat tutup filter lap (bersihkan) dulu kotoran atau debu
yang melekat padanya. Bila memeriksa oli dengan tongkat (stick) lap dulu stick
tersebut dengan kain lap yang bersih.
2) Pemeriksaan pendingin (cooler),
saluran dan konektor
• Bersihkan pendingin oli secara berkala, periksa bila ada yang bocor,
jagalah sirip-sirip pendingin selalu bersih, jangan sampai terbalut oli,
jagalah jangan sampai karatan dan sebagainya.
• Periksalah saluran oli (konduktor) dan konektornya barang kali terjadi
hal-hal :
o Bocoran oli pada saluran tekan.
Periksalah bocoran pada bagian luar selang atau pada fitting (konektor) dan
selalu gunakan kertas kardos jangan diraba dengan tangan.
o Bocoran udara. Tanda bahwa ada udara
yang bocor terhisap ke dalam sistem ialah adanya gelembung udara atau buih pada oli dalam tangki.
o Pipa atau selang peok. Hal ini
barangkali karena adanya buih, atau terlalu panas, atau kehilangan tenaga
hidrolik. Gantilah pipa atau selang yang peok ini tetapi pipa pengganti harus
dibersihkan dulu dan dicuci dengan bahan pelarut yang bersih pula.
•
Kencangkanlah semua konektor (fitting) yang kendor. Gunakan dua buah kunci
untuk menghindari terpuntirnya pipa atau selang. Ingat! Pengencangan hanya
sampai pada asal bocornya sudah sembuh.
3) Pemeriksaan katup-katup
• Periksa kebersihan katup, karena kotoran yang mengganjal pada katup
akan membuat katup popet tidak menutup dengan rapat dan bila mengganjal pada
katup geser dapat menyebabkan katup cepat aus.
• Periksa keausan katup. Katup yang telah aus spoolnya (piston katup)
atau piring gesernya atau dudukannya atau bolanya akan mengakibatkan kebocoran.
Dengan demikian katup tidak dapat bekerja dengan sempurna.
4) Pemeriksaan silinder atau
aktuator
• Periksa kebocoran silinder baik kebocoran luar maupun dalam. Apabila
terdapat kebocoran maka segeralah diatasi.
• Periksa pengikatan silinder (cylinder mounting). Bila kendor,
kencangkanlah, bila posisinya berubah betulkan .
• Periksa posisi batang piston.
Dalam keadaan berhenti mestinya batang piston berada di dalam; karena apabila
posisinya di luar dia akan menjadi tempat berkumpulnya debu dan air embun yang
akan mengakibatkan korosi. Bila terpaksa harus di luar maka perlu dilumasi
dengan grease yang memadai.
• Untuk motor hidrolik, periksa
jangan sampai bekerja hingga suhu meningkat tajam, karena motor hidrolik tidak
boleh bekerja pada suhu tinggi. Periksa juga apakah sistem pendinginan
berfungsi dengan baik. Periksa dulu apabila motor hidrolik bekerja hingga suhu
meningkat apakah oli di dalam sistem telah mencukupi.
• Periksa pula kebocoran pada motor
hidrolik seperti pada sambungan motor dengan selang , periksa sekitar poros
yaitu pada sealnya apakah ada kebocoran dan periksa pada permukaan sambungan
belahan motor.
5) Pemeriksaan pompa hidrolik
• Periksalah sambungan antara
selang saluran tekan dengan ulir pada penutup pompa (cap screw) apakah sudah
cukup kuat, sudah benar posisinya dan rapat.
• Periksalah apakah ada kebocoran
pada sambungan pompa dengan konektor dan konduktornya.
• Periksa pompa hidrolik dalam
keadaan jalan, apakah dengan keadan ini dengan tekanan kerja yang cukup tidak
ada bocoran.
DAFTAR PUSTAKA
psbtik.smkn1cms.net/permesinan/tpmi/Pemeliharaan_Sistem_Hidrolik.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/aan-ardian-mpd/2c-handout-perawatan-dan-perbaikan-mesin.pdf



