Kamis, 09 November 2017

TUGAS SOFTSKILL
ETIKA DAN PROFESI 2

1. Jelaskan etika dari Bahasa yunani menurut pengertian anda !!!
Jawab :

Pengertian Etika secara bahasa :
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab (sumber : Wikipedia)
 Secara etimologi “etika”  berasal dari bahasa Yunani: [2]
“Ethos” (dalam bentuk tunggal), yang memiliki banyak arti:  tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang habitat; kebiasaan; adat; akhlak; watak; perasaan; sikap; cara berpikir.
“ta etha” (dalam bentuk jamak), yang artinya adalah adat kebiasaan.
Arti dari bentuk jamak ”ta etha” inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral.  Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2011). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.
Etika juga bisa dikatakan sebagai “ sikap/ respon “ ketika melakukan suatu pekerjaan, dalam dunia kerja , etika yang baik merupakan syarat penting dalam ketika melamar suatu pekerjaan karena skill yang mempuni namun etika buruk  akan menghasilkan hasil kerja yang buruk.  
        
2. Hubungan antara moral dan etika ??
Jawab :

Sebelum masuk ke pembahasan hubungan moral dan etika , mari kita pahami dulu definisi dari moral dan etika .
Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.

Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik. Sedangkan etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu. 
Dari pengertian ini bisa kita analogikan moral adalah alat sensor untuk mendeteksi hal baik dan buruk sedangkan etika bisa kita analogikan sebagai sikap atau gerakan yang di hasilkan dari analisa dari sensor “moral “ tersebut.

3. Apa yang menjadi tujuan pokok dan rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (code of conduct ) profesi ? sebutkan dan jelaskan ?
Jawab:

Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct)  profesi adalah:
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan            masyarakat pada umumnya
2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka                perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan
3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi              dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu
4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas,            dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab            UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari          tenaga ahli profesi
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang).            Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk          organisasi profesinya

Kamis, 12 Oktober 2017

TUGAS SOFTSKILL
STANDAR MANAGEMAN MUTU
ISO 9001



1.              .Pengertian ISO
Perkembangan manajemen dan standar industry semakin meningkat pada decade akhir-akhir ini. ISO ( International Organization For Standarization ) yang berkedudukan di swiss adalah organisasi yang bertugas untuk mengembangkan standar di bidang industry, bisnis dan teknologi. ISO menerbitkan 2 jenis standar mananjemen yaitu IS0 14001 untuk standar manajemen lingkungan dan ISO 9000 untuk standar mutu.
2.                  ISO 9001
merupakan sebuah standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan – persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001:2008 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar) dan dapat di terima oleh pasar tentunya,
2.1       Tujuan Sistem  Manajemen Mutu
            Menurut Gasperz (2002;10) tujuan dari sistem manajemen mutu sebagai berikut:
  1. Menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kesesuaian antara kebutuhan dan persyaratan yang ditetapkan pada suatu standar tertentu terhadap proses dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan sangat penting.
  2. Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan dan persyaratan proses dan produk yang ditentukan pelanggan dan organisasi;
    Keputusan pelanggan adalah reaksi emosional dan rasional positif pelanggan. Untuk mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan, segenap personil organisasi dituntut untuk memliki kompetensi dalam menjalankan tugas dan  tanggungjawabnya masing-masing.

2.2       Langkah Menerapkan Sistem Manajemen Mutu.
Penerapan suatu proses dalam suatu organisasi biasanya memiliki beberapa langkah, untuk kasus penerapan sistem manajemen mutu menurut Gasperz (2002;10) urutan-urutan yang diberikan hanya merupakan suatu petunjuk, yang dapat saja dilakukan bersamaan atau dalam susunan yang tidak harus berurut, tergantung pada kultur dan kematangan organisasi, tetapi semua langkah ini harus diperhatikan secara serius dan konsisten. Dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1.            Mengadopsi suatu standar manajemen mutu yang dipilh sesuai dengan kebutuhan pelanggan
2.            Menetapkan suatu komitmen pada tingkat pemimpin senior dari organisasi (top management commitment).
3.            Menetapkan suatu kelompok kerja (working group) atau komite pengarah (steering committee) yang terdiri dari manajer-manajer senior.
4.            Menetapkan tujuan-tujuan mutu dan implementasi sistem.
5.            Menciptakan keasadaran mutu (quality awareness) pada semua tingkat dalam organisasi.
6.            Mengembangkan peninjauan ulang dari sistem manajemen mutu dalam manual (buku panduan) mutu.
7.            Mempelajari persyaratan-persyaratan standar dari sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008.
2.3       Manfaat Penerapan ISO 9001
            Manfaat dari penerapan ISO 9001:2008 telah diperoleh banyak perusahaan diantaranya sebagai berikut (Gaspersz, 2001):
1.      Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui jaminan kualitas yang terorganisasi dan sistematik.
2.      Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 9001:2008 diijinkan untuk mengiklankan kepada media massa
3.      Meningkatkan kualitas dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang lebih baik
4.      Meningkatkan kesadaran kualitas dalam perusahaan.

2.4       Contoh Penerapan dan Perhitungan ISO 9001
Sebagai contoh penerapan dan perhitungan ISO 9001 , di sini saya akan mengambil data dari salah satu perushaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT Hensa Manunggal Perkasa. PT. Hensa Manunggal Perkasa adalah suatu perusahaan kontraktor nasional yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dan telah menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek jasa kontruksi.
Salah satu penerapan ISO 9001:2008 adalah pada Proyek pembangunan Apartement Art Deco Luxury Residence, Ciumbuluit

Klausul - klausul ISO 9001:2008 . ISO 9001:2008  terdiri dari 8 Klausul sebagai berikut:
1. Klausul 1. Ruang lingkup Dalam klausul ini secara persyaratan persyaratan standar telah menekankan untuk memenuhi kepuasan pelanggan
2. Klausul 2. Referensi Normatif Klausul ini hanya memuat referensi-referensi yang harus dipersiapkan oleh kontraktor yaitu: a. Peraturan Pemerintah b. Buku-buku panduan tentang kualitas
3. Klausul 3. Istilah dan Definisi Klausul ini menyatakan bahwa istilah dan definisi-definisi yang diberikan dalam ISO 9001:2008 menetapkan, mendokumentasikan, melaksanakan, memelihara langkah - langkah untuk implementasi sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 dan kebutuhan peningkatan terus menerus.
4. Klausul 4. Sistem Manajemen Mutu Persyaratan umum dalam memimpin dan mengoperasikan organisasi perlu dilakukan pengelolaan yang sistematis dan dengan cara yang dapat
5. Klausul 5.Tanggung jawab Manajemen. Klausul ini menekankan pada komitmen manajemen puncak (top management commitment). Dalam hal fokus pelanggan manajemen puncak harus menjamin bahwa persyaratan pelanggan telah ditetapkan dan dipenuhi dengan tujuan peningkatan kepuasan pelanggan.
6. Klausul 6. Manajemen Sumber Daya Penyediaan sumber daya suatu organisasi harus menetapkan dan memberikan sumber-sumber daya yang diperlukan secara tepat untuk menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 serta meningkatkan efektivitasnya terus menerus dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
7. Klausul 7. Realisasi produk Dalam hal perencanaan realisasi produk organisasi harus menjamin bahwa proses realisasi produk berada di bawah pengendalian, agar memenuhi persyaratan produk.
8. Klausul 8. Pengukuran analisis dan peningkatan Persyaratan umum dalam Klausul 8 tentang pengukuran analisis dan peningkatan, dimana organisasi harus menetapkan rencana-rencana dan menerapkan proses-proses pengukuran,

Tabel Rekapitulasi Penilaian Proses Klausul 4
NO

PETANYAAN


R1
R2
1
I.1
4
5
2
I.2
4
5
3
I.3
4
4
4
I.4
4
4
5
I.5
4
3
6
I.5a
4
4
7
I.5b
4
4
8
I.5c
4
4
9
I.5e
4
4
10
I.5f
4
4
11
I.5g
4
4
12
II.1
5
4
13
II.2
5
4
14
II.3
5
4
15
II.4
5
4
16
II.5
5
4
17
III.1
5
4
18
III.2
5
4
19
III.3
5
4
20
III.4
5
4
21
III.5
5
3
22
III.6
5
4
23
III.7
5
4
24
IV.1
5
4
25
V.1
5
4

TOTAL
112
100

Persentase penerapan klausul 4 (Sistem Manajemen Mutu) dihitung sebagai berikut:
1. Total nilai skor hasil interview (A) 25 pertanyaan klausul 4 (SMM) :
a) Responden 1 (R1) : 113
b) Responden 2 (R2) : 100
Nilai skor maximum (B) klausul 4 adalah 5 x 25 = 125
Nilai minimum klausul 4 adalah 1 x 25 = 25
Rentang interval adalah (125-25): 5 = 20

2. Maka penerapan klausul 4 (SMM) adalah :
a) Responden 1 (R1) : 113
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)= 113 X 100% = 90,4 %
125
b) Responden 2 (R2) : 100
Skor = Total Skor (A) X 100 %
Nilai Total (B)
= 100 X 100% = 80 %
125

c) Rata-rata persentase skala klausul 4 (SMM) pada hasil
hitungan dari kedua responden di atas adalah :
90,4 % + 80 % = 85,20 %
2
Hasil penilaian termasuk kategori Baik Sekali (81% ≤Skor ≤100%).
Adapun faktor-faktor kendala didasarkan pada penilaian responden
1. Tenaga kerja (sumber daya manusia)
2. Mesin/alat
3. Metode/prosedur
4. Material/form
5. Uang /modal.


Rabu, 03 Mei 2017

Proses Pembuatan Meja Conveyor




1.1  Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk membuat meja conveyor sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Conveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Conveyor banyak dipakai di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan.

Dalam kondisi tertentu, conveyor banyak dipakai karena mempunyai nilai ekonomis dibanding transportasi berat seperti truk dan mobil pengangkut. Conveyor dapat memobilisasi barang dalam jumlah banyak dan kontinyu dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan tempat tersebut harus mempunyai lokasi yang tetap agar sistem conveyor mempunyai nilai ekonomis. Kelemahan sistem ini adalah tidak empunyai fleksibilitas saat lokasi barang yang dimobilisasi tidak tetap dan jumlah barang yang masuk tidak kontinyu.

1.2             Rancangan dan bahan 
1.      Rancangan Meja Conveyor.
                       

                Tampak Depan                                 Tampak Samping












2.    Bahan dan material

bahan yang di gukanan yaitu adalah besi lembaran SM 490  dengan ketebalan 2 mm . Plat SM 490 adalah besi plat yang mempunyai kandungan kimia dan mekanikal propertis yang kuat biasa digunak oleh pabrikator dalamsuatu project tertentu yang ditetapkan spesifikasi materialnya SM 490.ada dua jenis dan untuk material ini yaitu YA dan YB maka dari itu plat ini disebut dengan plat Hight tensile Plate ini bisa diproduksi di pabrik lokal di Indonesia atau di import dari luar negeri.

                         



1.3            Proses Kerja
    Untuk membuat rangka conveyor ada beberapa tahap proses permesinan ,mulai dari pemotongan material plat ( sheet metal) hingga menjadi produk utuh sebuah meja conveyor . berikut ini tahapan dalam proses pembuatan meja conveyor .
1.      Proses pemotongan logam
pada proses ini bahan baku material terebih dahulu melalui proses permesinan, bahan yang awalnya berupa Sheet metal ( baja lembaran ) harus di potong sesuai dengan ukuran dan spesifikasi meja conveyor . Proses pemotongan di lakukan dengan menggunakan mesin cutting laser CNC untuk mendapatkan hasil yang presisi dan efisien.

             



2.      Proses Pembetukan Stuktur Meja Conveyor
Setelah material di potong sesuai dengan ukuran yang di inginkan kemudian material di bentuk menjadi berbagai macam profil struktur dengan proses sambung las . Dalam pembuatan meja ini kita menggukan profil L  dan profil rectangular tube . untuk rectangular tube dapat kita beli langsung di pasar namum untuk profil L di dapatkan dengan proses penyambungan logam atau las dari bahan material yang telah di potong tadi . proses pengelasan bahan di lakukan dengan metode sambung sudut .

                          



3.      Proses Assembly Meja Conveyor
Setelah bahan struktur dan profil sudah jadi langkah terakhir ialah proses assambly . proses ini meliputi proses penyambungan dan pemotongan sturktur dengan alat potong manual  hingga menjadi sebuah meja conveyor .





SELESAI