Teori Tanggung Jawab
Tanggung
jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah, keadaan wajib menaggung segala
sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia
adalah berkewajiban menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan
menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .
Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia
,bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung
jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan
pihak yang berbuat.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab adalah cirri manusia yang beradab.manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .
Manusia
bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari
perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Di antaranya adalah nurani
sendiri, standar nilai setiap pribadi. Norma-norma nilai ini dapat dibentuk dengan
berbagai macam cara.
Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma
selanjutnya, yakni aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat
tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut
termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila
aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau
sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka ia menurut Kitab
Hukum Federal Jerman wajib mengganti kerugian yang ditimbulkan. Pengadilan
dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP.
Ø
Tanggungjawab dan Individu
Pada
hakikatnya hanya masing-masing individu yang dapat bertanggungjawab. Hanya
mereka yang memikul akibat dari perbuatan mereka. Oleh karenanya, istilah
tanggungjawab pribadi atau tanggungjawab sendiri sebenarnya “mubajir”.
Suatu masyarakat yang tidak mengakui bahwa setiap
individu mempunyai nilainya sendiri yang berhak diikutinya tidak mampu
menghargai martabat individu tersebut dan tidak mampu mengenali hakikat
kebebasan.
Pengertian tanggung jawab menurut para ahli
1.
Friedrich August von Hayek
Semua
bentuk dari apa yang disebut dengan tanggungjawab kolektif mengacu pada
tanggungjawab individu. Istilah tanggungjawab bersama umumnya hanyalah
digunakan untuk menutup-nutupi tanggungjawab itu sendiri.
Dalam
tanggungjawab politis sebuah masalah jelas bagi setiap pendelegasian kewenangan
(tanggungjawab). Pihak yang disebut penanggungjawab tidak menanggung secara
penuh akibat dari keputusan mereka. Risiko mereka yang paling besar adalah
dibatalkan pemilihannya atau pensiun dini. Sementara sisanya harus ditanggung
si pembayar pajak. Karena itulah para penganut liberal menekankan pada
subsidiaritas, pada keputusan-keputusan yang sedapat mungkin ditentukan di
kalangan rakyat yang notabene harus menanggung akibat dari keputusan tersebut.
Ø
Tanggungjawab dan kebebasan ,
Kebebasan
dan tanggungjawab tidak dapat dipisahkan. Orang yang dapat bertanggungjawab
terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang
yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau
secara bebas. Liberalisme menghendaki satu bentuk kehidupan bersama yang
memungkinkan manusianya untuk membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka.
Karena itu bagi suatu masyarakat liberal hal yang mendasar adalah bahwa setiap
individu harus mengambilalih tanggungjawab. Ini merupakan kebalikan dari konsep
sosialis yang mendelegasikan tanggungjawab dalam ukuran seperlunya kepada
masyarakat atau negara.
Kebebasan berarti tanggungjawab; Itulah sebabnya
mengapa kebanyakan manusia takut terhadapnya.
2.
George Bernard Shaw
Persaingan
yang merupakan unsur pembentuk setiap masyarakat bebas baru mungkin terjadi
jika ada tanggungjawab individu. Seorang manusia baru akan dapat menerapkan
seluruh pengetahuan dan energinya dalam bentuk tindakan yang efektif dan
berguna jika ia sendiri harus menanggung akibat dari perbuatannya, baik itu
berupa keuntungan maupun kerugian. Justru di sinilah gagalnya ekonomi terpimpin
dan masyarakat sosialis: secara resmi memang semua bertanggungjawab untuk
segala sesuatunya, tapi faktanya tak seorangpun bertanggungjawab. Akibatnya
masih kita alami sampai sekarang.
Tanggungjawab sosial
Dalam diskusi politik sering disebut-sebut istilah tanggungjawab sosial.
Istilah ini dianggap sebagai bentuk khusus, lebih tinggi dari tanggungjawab
secara umum. Namun berbeda dari penggunaan bahasa yang ada, tanggungjawab
sosial dan solidaritas muncul dari tanggungjawab pribadi dan sekaligus menuntut
kebebasan dan persaingan dalam ukuran yang tinggi.
Untuk mengimbangi “tanggungjawab sosial” tersebut pemerintah membuat
sejumlah sistem, mulai dari Lembaga Federal untuk Pekerjaan sampai asuransi
dana pensiun yang dibiayai dengan uang pajak atau sumbangan-sumbangan paksaan.
Institusi yang terkait ditentukan dengan keanggotaan paksaan. Karena itu
institusi-institusi tersebut tidak mempunyai kualitas moral organisasi yang
bersifat sukarela. Orang yang terlibat dalam organisasi-organisasi seperti ini
adalah mereka yang melaksanakan tanggungjawab pribadi untuk diri sendiri dan
orang lain. Semboyan umum semua birokrat adalah perlindungan sebagai ganti
tanggungjawab.
3.
Carl Horber
Pada
akhirnya tidak ada yang bertanggungjawab atas dampak-dampak dari penagaruh
politik terhadap keamanan sosial. Akibatnya ditanggung oleh pembayar pajak dan
penerima jasa.
Ø
Tanggungjawab terhadap orang lain
Setiap
manusia mempunyai kemungkinan dan di banyak situasi juga kewajiban moral atau
hukum untuk bertanggungjawab terhadap orang lain. Secara tradisional keluarga
adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggungjawabnya. Si orang tua
bertanggungjawab kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggungjawab. Anggota
keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan
dalam keadaan sakit. Ini khususnya menyangkut manusia yang karena berbagai
alasan tidak mampu atau tidak mampu lagi bertanggungjawab terhadap dirinya
sendiri secara penuh. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk
perkawinan atau tidak.
Tanggungjawab terhadap orang lain seperti ini
tentu saja dapat diterapkan di luar lingkungan keluarga. Bentuknya bisa
beranekaragam. Yang penting adalah prinsip sukarela – pada kedua belah pihak.
Pertanggungjawaban manusia terhadap dirinya sendiri tidak boleh digantikan
dengan perwalian.
Ø
Tanggungjawab dan risiko
Dalam
masyarakat modern orang berhadapan dengan berbagai risiko. Risiko itu bisa
membuat orang sakit dan membutuhkan penanganan medis yang sangat mahal. Atau
membuat orang kehilangan pekerjaan dan bahkan harta bendanya.
Ada berbagai cara untuk mengamankan dari risiko
tersebut, misalnya dengan asuransi. Untuk itu tidak diperlukan organisasi
pemerintah, melainkan hanya tindakan setiap individu yang penuh tanggungjawab
dan bijaksana.
4. kesimpulan
sifat tanggung jawab merupakan salah
satu sikap terpuji yang ada pada diri manusia. Sikap terpuji atau sikap
tanggung jawab tersebut dapat terus membaik ataupun dapat tergeser dari setiap
individu akibat faktor eksternal. Karena tanggung jawab pasti berada didalam
diri manusia dan kita tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang
menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Menurut saya tanggung jawab bisa
dikelompokkan menjadi 2 hal, yang pertama yaitu tanggung jawab kepada diri
sendiri. Baik buruknya sesuatu kejadian yang terjadi pada diri kita
dipertanggung jawabkan oleh diri kita, bukan oleh orang lain dan tidak
menyalahkan siapapun ataupun yang paling buruk adalah menyalahkan takdir. Kita
mempunyai tanggung jawab kepada diri kita, berusaha semampunya adalah kunci
agar kita dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Yang
kedua adalah tanggung jawab kepada orang lain dan lingkungan sekitar, manusia
merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk
pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral
terhadap lingkungan sosialnya. Seperti contoh jika mencemooh orang lain atau
menjelekkan nama baik orang lain maka bisa saja orang itu tidak terima dan
sebagai akibatnya dia bisa saja mengancam kita atau perlakuan apapun yang bisa
berakibat fatal dan kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita
perbuat itu. Jika kita tidak melakukan tanggung jawab kepada orang lain jangan
harap suatu saat kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab kepada kita.
Sama halnya dengan jika kita berlaku adil, maka orang lain pun akan berlaku
adil kepada kita. Karena seperti yang sering kita dengar “Barang siapa yang
berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang
siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya
pula”
Daftar Pustaka
4.

